Thursday, March 15, 2012

Pemimpin yang adil

pada awalnya, saya berpikir, mengapa menjadi pemimpin yang adil itu diberi jaminan surga?
padahal menjadi pemimpin itu kan gampang, tinggal nyuruh-nyuruh
terus koordinasi, terus punya wewenang untuk mengambil keputusan pula...

nah, setelah satu setengah tahun (lebih satu bulan) saya berada di pertapaan samping jalan raya
akhirnya saya benar-benar mengerti mengapa menjadi pemimpi yang adil itu jaminannya surga
karena, menjadi pemimpin yang adil itu suuuusssssaaaaaaaaaaahhhhh baaaaaaaannngggggeeeett
bahkan untuk seorang yang sangat soleh sekalipun

begini, seorang pimpinan yang memangku jabatan tertentu
pasti akan bertemu dengan saat-saat dimana ia harus mengambil keputusan
dan dalam proses mengambil keputusan itu
ada banyak faktor yang mempengaruhi
seperti intuisi, informasi yang dimiliki si pimpinan tersebut, juga tendensi dari berbagai pihak, cause-effect analysis, dimana faktor-faktor itu membentuk persepsi atau paradigma si pimpinan (atau pejabat)
persepsi inilah yang akan menentukan keputusan apa yang akan diambil oleh seorang pimpinan

persepsi itu sifatnya sangat subjektif bukan
karena benar-benar berasal dari diri pimpinan tersebut
nah, parameter keberhasilannya adalah rasa adil para stakeholdernya
yang berarti keberhasilan kepemimpinan itu dilihat dari sisi yang sangat objektif
bukan lagi subjektif dari pimpinan
seorang pimpinan akan sangat sulit mengukur hal itu
jika A merasa keputusan pimpinan itu adil, maka bisa jadi B tidak merasa demikian
jika C merasa keputusan yang diambil adalah hal yang bijak, maka bisa jadi D sebenarnya merasa terzhalimi atas keputusan tersebut.
karena sifat objektif dan sulit diukur inilah, menjadi pemimpin yang adil itu menjadi hal yang sulit
oleh karena itu, balasannya pun tidak main-main, Surga gituh!woooowww

rasa-rasanya sih memang tidak mungkin memang
makanya, pemimpin yang baik adalah yang selalu melihat dari pandangan-pandangan apa-apa yang dipimpinnya, karena dia tahu betul hasil akhir kepemimpinannya adalah seberapa besar pengikutnya merasakan manfaat dari kepemimpinannya...
memang sih, kalau dilihat sepintas hal ini hampir tidak mungkin,
ya iyalah, mana mungkin membuat semua orang puas dan senang terhadap keputusan kita?
disitulah seninya... (*gaya)

disitulah juga Allah sedang memberikan cara motivasi terbaik bagi para hambaNya
memberikan insentif termahal sari sebuah kehidupan ... Surga!
Yaaa, tapi karena manusia itu gak sampe imajinasinya pada keindahan surga
(bisa aja kan di pikiran kita Surga itu indahnya biasa aja, kayak di film-film, yang membuat kita berkata 'ah , cuma gitu doag toh') makanya Self Expectancy manusia tidak bekerja dengan baik,,, karena imajinasinya gak nyampe ke keindahan surga yang sebenarnya atau yang mendekati... atau karena imaji neraka juga gak terlalu nyeremin buat manusia...
orang-orang yang bersyukur adalah orang-orang yang selalu merasa bahwa hidup mereka adalah baik
walaupun imajinasi mereka tidak bisa menempuh bayangan yang dekat dengan bayangan surga yang sebenarnya, tapi karena sudah menjadi paradigma, bahwa surga pasti lebih baik dari kehidupan sekarang
orang-orang yang mempunyai sifat syukur, yang ingin menambah kenikmatan atas rasa syukurnya
menjadikan Surga dan kehidupan akhirat sebagai motivasi... dan insentif Surga atas setiap kebaikan
bekerja dengan baik untuk mengubah mereka untuk terus memperbaiki diri

makanya, saya harap Allah memberikan saya sifat syukur yang saaaaaaaaannnggggaaaaaattt llluuuuuaaaaasssss.... aaamiiiinn
karena menjadi pemimpin yang baik harus diawali dengan memiliki sifat syukur

*sotoy-sotoyan

No comments: